KEHIDUPAN | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Selasa, 17 Januari 2012

PERMEN DARI MAMA

Sewaktu kecil saya sangat nakal oleh sebab itu sering terjatuh dan terluka, maka saya akan berteriak dan menangis memanggil mama.

Mama akan membujuk saya sambil memberikan saya sebuah permen dan berkata, "Sayangku setelah makan permen ini tidak akan sakit lagi! Sudahlah jangan menangis lagi!" 

Maka saya akan mengunyah permen dengan tertawa berlari lagi.

Setelah tamat kuliah, teman wanita yang telah berhubungan 2 tahun dengan saya meninggalkan saya. Saya sangat frustasi dan bersedih, dengan sedih saya berkata kepada mama, "Jika dapat seperti sewaktu kecil ada sebuah permen yang dapat menyembuhkan luka alangkah baiknya…."

Pada suatu pagi di hari Sabtu, saya dibangunkan suara dering telepon. Itu adalah mama. Dia bilang dia rupa membawa kotak makan siangnya yang tertinggal dirumah, dia menyuruh saya mengantarkan ke rumah sakit tempat kerjanya.

Sesuai dengan perintahnya saya pergi ke rumah sakit, ketika saya telah sampai di bagian kantor mama, mama tidak ada disana. Saya lalu berjalan kesebelah ke kamar pasien, saya melihat di tempat tidur, setiap pasien disini adalah pasien yang kehilangan kaki, tangannya atau anggota tubuh yang lain.

Seorang gadis mengatakan kepada saya, mama saya berpesan, menyuruh saya ke lantai 4 kamar 416 mencarinya. Saya memperhatikan gadis ini, dia kehilangan sebuah kaki, hati saya tergetar dan berpikir, "Sayang gadis yang masih muda dan cantik tetapi sudah kehilangan sebuah kaki!."

Di lantai 4 adalah bagian luka bakar, setelah sampai di kamar 416 mama tidak ada disana, disini semua pasien yang yang terbaring disana mempunyai luka bakar yang serius. Pemandangan ini membuat bulu kudukku berdiri sangat mengerikan. Seorang pasien yang berada didekat jendela yang seluruh wajahnya terbalut perban mengatakan kepada saya, mama saya berpesan menyuruh saya ke kamar 510 mencari dia….

Di kamar 510 saya juga tidak melihat mama. Ketika mendengar saya bertanya, seorang gadis kecil yang kedua bola matanya sudah tidak ada mengatakan kepada saya, "Paman, tadi dokter berpesan kepada saya, menyuruh paman mencarinya di ujung koridor dekat ruang makan…"

Ketika saya membuka pintu ruang makan, mama sedang duduk disana. Saya segera mengerti, mama sengaja membiarkan saya pergi ke kamar pasien melihat pasien-pasien tersebut. Saya sangat beruntung, saya hanya kehilangan sebuah kisah cinta, tetapi saya masih memiliki tubuh yang sehat, dapat berjalan dan pergi kemana saja sesuka hati saya.

Sebenarnya banyak masalah dapat dipecahkan dan diselesaikan, tetapi kebanyakan orang ketika dalam proses perjalanan mencari penyelesaian, sudah menjadi patah semangat.

Permen yang dapat menyembuhkan luka bukan berada diluar tubuh kita, tetapi didalam hati kita. [Cizilia Lee / Jakarta]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA