KEHIDUPAN | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Selasa, 17 Januari 2012

IBLIS DAN PETANI

Leo Tolstoy seorang penulis dogeng dari Rusia dalam kumpulan buku dogengnya "Ivan yang bodoh" salah satu ceritanya adalah sebagai berikut "Ada seorang iblis melihat seorang petani setiap hari bekerja dengan keras di lahan pertaniannya, hasil yang didapatnya sangat minim, tetapi dia tetap gembira, sangat bersyukur dan merasa puas. Lalu dia mengutus seorang iblis kecil untuk mengganggu petani ini.

Iblis kecil ini membuat lahan petani ini menjadi sangat keras, sengaja membuat petani ini melepaskan niatnya bertani, tetapi petani ini setelah mencangkul seharian tetap tidak berhenti, bahkan tidak ada keluhan. Melihat rencananya gagal setan kecil ini hanya bisa meraba-raba hidungnya lalu meninggalkan petani ini sendirian.

Setan kecil ke dua berpikir, membuat dia lebih susah pasti tidak akan berhasil lagi, lebih bagus saya mengambil semua miliknya, lalu dia mengambil makan siang petani ini yaitu roti dan air minumnya, dia pikir sekali ini petani pasti akan panik dan memaki.

Petani ketika berhenti bekerja dan pergi kebawah pohon untuk beristirahat, dia menyadari makan siang dan airnya telah hilang, lalu dia berkata, "Tidak tahu siapa yang lebih malang dari nasib saya yang membutuhkan roti dan air minum saya? Jika makanan ini memang bisa mengenyangkan dia, itu adalah hal yang baik." Iblis kecil kedua gagal lagi, lalu meninggalkan tempat ini dengan tangan kosong.

Iblis tua merasa heran, apakah tidak ada hal yang bisa membuat petani ini menjadi jahat?. Pada saat ini iblis kecil ketiga muncul dan berkata kepada iblis tua, "Saya ada akal yang bisa membuat petani ini menjadi jahat."

Iblis kecil ini pergi menemui  petani dan berteman dengan dia, petani sangat gembira bisa berteman  dengannya. Karena iblis kecil ini mempunyai kemampuan untuk memprediksi, ia mengatakan kepada petani tahun depan akan terjadi kekeringan, dia mengajar petani menanam padinya disawah, petani mendengar nasehatnya melakukan hal itu, benar saja tahun depan terjadi kekeringan semua orang gagal panen hanya petani ini yang berhasil memanen, oleh sebab itu dia menjadi kaya.

Iblis kecil juga mengajar petani menjual berasnya diganti dengan anggur, untuk mendapatkan lebih banyak uang, perlahan-lahan petani mulai tidak bertani lagi, dia hanya mengandalkan nasehat iblis kecil berdagang, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar tanpa bekerja keras.

Iblis kecil berkata kepada iblis tua, "Engkau lihat!, sekarang saya akan menunjukkan prestasi saya!" Iblis tua melihat hal ini dengan memuji berkata kepada iblis kecil "Waduh! Engkau sangat hebat! Bagaimana caranya engkau dapat melakukan semua hal itu?"

Iblis kecil berkata, "Saya hanya membiarkan dia memiliki lebih banyak dari yang dibutuhkannya, dengan demikian dapat membangkitkan sifat keserakahannya."

Makna cerita diatas adalah, sifat manusia sangat rapuh, hidup dalam masyarakat yang telah tercemar polusi ini, hanya insan yang benar-benar memahami makna hidup ini yang tidak akan tercemar, tersesat, tidak akan panik, tidak akan kacau dan tidak menjadi buta. [Margareth Lim / Tarakan]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA