KEHIDUPAN | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Jumat, 25 Mei 2012

ARAH YANG DIPILIH

Sore hari, teman saya memberikan seminar kepada pimpinan menengah dari beberapa perusahaan, dia minta saya membantunya sebagai penerjemah. Berdiri disana selama tiga jam penuh, merasakan sepasang kaki serasa mati rasa...

Selesai seminar, saya bersama teman keluar gedung, langsung disambut dengan udara yang dingin menusuk tulang, cahaya sinar mentari yang sebelumnya bersinar terang telah tertutup oleh lapisan awan hitam. Teman saya akan berjalan kaki sendiri pulang ke rumahnya, tetapi kedua tangannya membawa banyak sekali berkas data-data. Bagaimanapun juga saya tidak bisa tahan melihatnya berjalan selama dua puluh menit menerjang angin dingin. Maka dari itu, saya bersikeras mengantarnya pulang dengan mobil.

Karena telah mengenali tabiat masing-masing, maka teman saya itu juga tidak menolak. Saya menyuruhnya menunggu di depan pintu keluar, sedangkan saya pergi mengambil mobil. Mungkin karena terlalu lelah, sehingga kepala saya terasa agak pusing, setelah menjemput teman saya, dengan tanpa menoleh kanan kiri lagi, mobil langsung jalankan. Sampai pada sebuah tikungan, saya baru menyadari telah berputar terlalu jauh, masuk di jalan satu arah, maka saya hanya berjalan terus ke depan, berputar-putar di beberapa jalan kemudian baru sampai ke rumah teman saya.

Teman bertanya kepada saya, apakah hendak bepergian yang searah perjalanan, saya menjawab tidak. Teman saya lalu tertawa terbahak, bertanya lagi kepada saya apakah saya sudah linglung karena terlalu lelah, tidak mau berjalan di jalanan yang lebih dekat malah memilih jalan jauh yang memutar dan lalu lintasnya agak padat. Saya juga tertawa, memberikan penjelasan kepada teman, memang benar saya agak linglung.

Berbicara dengan teman, lama-lama saya juga menjadi bersemangat lagi. Sambil menemani teman bercengkrama, sambil berpikir, kepastian kita memilih arah benar-benar sama seperti nasib. Kadang-kala kita membelok dalam kesadaran, tidak ada kesempatan untuk berbalik kembali, hanya dengan sabar berjalan terus. Setelah salah, yang harus kita kerjakan bukan terus melakukan kesalahan. Walaupun harus mengorbankan lebih banyak, harus mengalami ujian yang lebih banyak, tetapi akhirnya akan sampai pada tujuan.

Terjadi masalah seperti ini, tidak boleh menyalahkan siapapun, kalau harus menyalahkan, salahkan saja arah yang kita pilih semula. Dan kepada pilihan itu ada siapakah yang bisa jelas, bukankah suatu kepastian dalam kebetulan? [Mo Li / Surabaya]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

    Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

    TERBARU HARI INI

    ARTIKEL: INTERNASIONAL

    ARTIKEL: BUDAYA

    ARTIKEL: KESEHATAN

    ARTIKEL: IPTEK

    ARTIKEL: KISAH

    ARTIKEL: BERITA